Wisatawan Jepang Kagumi Budaya dan Warisan Tambang Batubara Bawah Tanah Ombilin

- 21 Mei 2024, 09:27 WIB
Yuko Taniguchi traveler asal negeri sakura Jepang sangat tertarik dengan warisan tambang batubara Ombilin Sawahlunto. Dia menyenangi Indonesia yang kaya suku budaya.
Yuko Taniguchi traveler asal negeri sakura Jepang sangat tertarik dengan warisan tambang batubara Ombilin Sawahlunto. Dia menyenangi Indonesia yang kaya suku budaya. /Pikiran Rakyat/PRMN/Kabar Sleman/Indra Yosef//
KABAR SLEMAN - Yuko Taniguchi,  traveler asal negeri Sakura, Jepang, sangat mengagumi budaya dan warisan tambang batubara Ombilin Sawahlunto (WTBOS), Sumatera Barat.
 
Dia berkunjung ke Sawahlunto untuk melihat jejak sejarah dan cerita pekerja tambang bawah tanah pertama di Indonesia yang pernah dikelola pemerintahan penjajah Hindia Belanda dan penjajah Jepang.
 
"I really love and enjoy being in Indonesia, that's why I came to Sawahlunto" katanya ketika di wawancarai jurnalis Pikiran Rakyat PRMN kabarsleman.com saat menyaksikan lomba ayam kukuak balenggek (ayam berkokok bertingkat), Ahad, 19 Mei 2024.
 
Selain menikmati nyanyian ayam kukuak balenggek bersahut-sahutan, traveler perempuan ini berkunjung ke kuburan Belanda kerkhoff di simpang Kelok Cendol, Kelurahan Lubangpanjang, Kecamatan Barangin.
 
Kawasan kerkhoff  dibangun pemerintah Hindia Belanda sebagai lokasi kuburan bagi kalangan pejabat pemerintahan Hindia Belanda, teknisi dan pekerja tambang Ombilin berkebangsaan Eropa dan Cina tahun 1917.
 
Diarea seluas hampir 3 hektar itu juga ada beberapa kuburan bangsa Jepang dan umat kristiani dari suku Batak. Hampir seratus kuburan masih terawat baik, meski ada batu nisan bergaya Eropah yang termakan usia.
 

Tertarik Sejarah Tambang Bawah Tanah Ombilin 

Homestay jadi pilihan bagi para travelers yang ingin berbaur dengan lingkungan dan budaya lokal. Hal ini sangat disenangi wisatawan asal Jepang Yuko Taniguchi yang menginap di Cendana Homestay Sawahlunto.
Homestay jadi pilihan bagi para travelers yang ingin berbaur dengan lingkungan dan budaya lokal. Hal ini sangat disenangi wisatawan asal Jepang Yuko Taniguchi yang menginap di Cendana Homestay Sawahlunto.

 
Setelah ke kerkhoff, Yuko Taniguchi, menuju situs tambang bawah tanah tambang batubara Ombilin Mbah Soero di Kelurahan Tanah Lapang, Kecamatan Lembahsegar. Destinasi ini menjadi favoritnya menelusuri tambang bawah tanah.
 
Usai menelusuri lorong lubang tambang bawah tanah, wanita yang hobi jalan-jalan ini menuju museum Goedang Ransoem, sebuah museum dapur khusus untuk melayani ransum atau makan para pekerja tambang Ombilin.
 
Puas melihat visualisasi dokumen dapur ransum pekerja tambang, Yuko kemudian menuju museum Kereta Api di Kampung Teleng, Kelurahan Pasar, Kecamatan Lembahsegar. Di museum ini dia kagum, jejak tambang Ombilin sangat menarik.
 
Tak cukup sampai disitu, Yuko Taniguchi terpukau menyaksikan sebuah hiburan rakyat atraksi lomba ayam kukuak balenggek yang tak pernah disaksikannya di belahan dunia manapun. 
 
"wow, very interesting !! I've never seen it anywhere" aku Yuko Taniguchi, yang merasa bangga saat berada di Kota Sawahlunto bagian dari WTBOS yang sudah ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO.
 
Wanita Jepang selaku wisatawan, kedatangannya ditemani seorang pemandu wisata bernama Riki dari Kota Pariaman. Uniknya, mereka berkeliling Sumbar tidak menggunakan kendaraan roda empat tapi naik motor.
 
Yuko Taniguchi asli seorang traveler kelas hemat, sederhana, yang penting mimpinya berkeliling dunia dan Indonesia kesampaian. Tak perlu menginap di hotel mewah, tapi di homestay cukuplah membuat dia tidur nyenyak.
 
Pilihannya adalah Cendana homestay milik Ibu Hj.Kamsri Benti di Tangsi Baru, Kelurahan Tanahlapang, sangat dekat dengan objek Lubang Soero dan Museum Goedang Ransoem. "I feel comfortable here" ucapnya singkat sembari beristirahat.***
 
 
 

Editor: Indra Yosef


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah