PT Bukit Asam dan World Bank Tertarik Investasi PLTS di Bekas Tambang Ombilin

- 23 April 2024, 17:09 WIB
Panel energi surya PT BA yang digunakan untuk penggerak pompa irigasi untuk  sawah tadah hujan di Desa Talawi Mudik, Kota Sawahlunto
Panel energi surya PT BA yang digunakan untuk penggerak pompa irigasi untuk sawah tadah hujan di Desa Talawi Mudik, Kota Sawahlunto /Pikiran Rakyat/PRMN/Kabar Sleman/Indra Yosef/Ist//
KABAR SLEMAN - Lama di core business  energi fosil batubara, PT Bukit Asam (PTBA) Tbk mulai genjot bisnis disertifikasi  energi baru terbarukan yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) kapasitas 200 kilowatt peak (kWp) salah satu potensinya ada di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat .
 
Direktur Pengembangan Usaha PTBA Rafli Yandra, dalam perbincangan serius dengan Pikiran Rakyat PRMN kabarsleman.com beberapa hari lalu mengatakan, PTBA saat ini tengah melakukan disertifikasi bisnis ke energi baru terbarukan yakni berencana membangun  PLTS bekerjasama dengan World Bank berlokasi di tambang Ombilin Sawahlunto.
 
Di utarakan Rafli Yandra, PTBA sudah punya pengalaman dalam pengembangan energi baru terbarukan seperti membangun PLTS yang sudah dilakukan di Bandara Soekarno Hatta bekerjasama dengan PT Angkasa Pura II, Bandara di Bali, kemudian jalan tol bekerja dengan PT Jasa Marga Tbk, dan pemanfaatan tenaga surya untuk irigasi persawahan diberbagai daerah.
 
Kini, ada kabar baik dari PT Bukit Asam Tbk Untuk Sawahlunto. Kemungkinan areal bekas penambangan tambang terbuka seluas 150 hektare berpotensi untuk pengembangan PLTS. PTBA bersama mitranya World Bank telah meninjau  lokasi yang semula akan digunakan untuk penghijauan atau reboisasi bis jadi untuk potensi pengembangan PLTS tersebut.
 
"Ada lahan seluas 150 hektar yang akan dimanfaatkan untuk proyek PLTS tersebut. Jika Ini jadi  kapasitas listrik yang akan di produksi cukup besar diatas 200 kWp Cuma listriknya mau dikemanakan? Kemungkinannya PT BA bisa melakukan skema kerjasama dengan PT PLN." Kata Refli Yandra.
 
Di ungkapkan, World Bank siap berinvestasi kalau ini layak dilakukan. Saat ini progres sedang berjalan dan PTBA lagi menunggu kabar World Bank karena mereka berminat untuk berinvestasi di Kota Sawahlunto. Nantinya setelah adanya kajian intensif PTBA dan World Bank akan melakukan diskusi dengan PT PLN.
 
Terpisah, General Manager PT BA Pertambangan Ombilin Yulfaizon mengemukakan, dalam rangka pemanfaatan lahan bekas tambang untuk energi baru terbarukan sudah ada penelitiannya di dukung World Bank tentang pemanfaatan energi surya maupun tanaman energi sehubungan penerapan energi go green dalam rangka mengurangi emisi karbon.
 
Tentang rencana potensial pembangunan PLTS saat ini masih dalam kajian antara PTBA dan World Bank. Bulan lalu kedua lembaga ini menindaklanjuti kerjasamanya dengan melihat langsung fisik dan lokasi lahan yang akan digunakan untuk PLTS tersebut.
 
"Prospeknya sangat positif kedua belah pihak  terus melakukan kajiannya hingga kini masih berlanjut dan berencana akan melakukan kunjungan ke PLN untuk pembicaraan seberapa besar serapan kebutuhan listrik PLN yang bisa di suplai pihak oleh PLTS PT BA nantinya, karena distribusi dan penjualan kelak akan tetap dilakukan oleh PLN." Tukuk Yulfaizon. 
 
Konsep energi baru dan terbarukan sudah menjadi fokus PT BA kedepan untuk menggantikan peran energi fosil dimasa mendatang. Saat sekarang, PT Bukit Asam Tbk dalam upaya pengurangan emisi karbon global bersinergi dengan PT Jasa Marga Tbk dalam pengembangan PLTS berkapasitas 400 (kWp) dijalan tol Jasa Marga Group dan jalan Tol Balai Mandara.***
 

Disclaimer: Bijaksanalah dalam membaca konten ini! Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda yang merasakan gejala depresi sehingga ada dorongan untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental. Anda dapat menghubungi layanan konseling terdekat di Kota/Kabupaten Anda.

 

Editor: Indra Yosef


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah